Masuk/Daftar

Share :
Jadikan Favorit
Jadikan Favorit

Nasihat Pernikahan

-20%
OFF
0 ulasan pelanggan
0 Terjual

Rp60.000

-20% OFF
Pengiriman
Gratis Ongkir DKI Jakarta & Depok
instock

Masih ada.. Beli sebelum habis.

Stok 57

Beli Sekarang!

100% Garansi

Dapatkan barang pesananmu atau uang kembali.
SUPER DEAL!
10% OFF
Pengguna Baru!
claim
Subsidi Ongkir 5000
ZAHRAONGKIR
Min.Blnja 100000
claim
Cash Back 2.5%
ZAHRACASHBACK25
Min.Blnja 50000
claim
Subsidi Ongkir 8000
ZAHRAONGKIR2
Min.Blnja 150000
claim
Cash Back 5%
ZAHRACASHBACK50
Min.Blnja 200000
claim
SPESIFIKASI PRODUK

Additional information

Berat312 gram
Dimensi21 × 14 cm
ISBN

9786237327431

Penulis

Penerbit

Halaman

324

Tahun

2020

Cover

Soft Cover

Kertas

Bookpaper

DESKRIPSI SINGKAT

Apa keunggulan buku ini?

  • Ditulis oleh sang Hujjatul Islam Imam al-Ghazali, tokoh yang sangat dihormati oleh kalangan ahli sunah waljamaah.
  • Buku ini diambil dari intisari kitab Ihya Ulum ad-Din yang berkaitan dengan pernikahan dan syahwat.
  • Dikemas secara modern sehingga mudah dibaca dan menggunakan bahasa yang umum
  • Dilengkapi peta buku untuk memudahkan pembaca memahami isi buku
  • Best Seller Nasional Telah Terjual Belasan Ribu Eksemplar

Apa saja isi buku ini?

  • Nasihat-nasihat pernikahan
  • Kiat-kiat menahan nafsu
SINOPSIS BUKU

NASIHAT PERNIKAHAN Karya Imam al-Ghazali – Pernikahan merupakan salah satu tanda-tanda kebesaran Allah swt. Tapi mengapa, meski bertujuan mulia, banyak pernikahan yang tidak bahagia dan berakhir cerai? Bahkan, pasangan yang dianggap paling serasi sekalipun tak luput dari isu perceraian keluarga.

Sebenarnya, bagaimana agar pernikahan kita selalu mendapatkan kondisi sakinah mawadah wa rohmah, serta tidak karam sebelum sampai tujuan? Pertama, yang perlu diingat, tidak ada pernikahan yang sempurna. Kebahagiaan pernikahan adalah proses yang dilalui bersama. Kedua, ikuti saja Nasihat Pernikahan karya Imam al-Ghazali ini.

Ditulis sejak abad ke-12 M, buku ini merupakan kitab referensi abadi soal pernikahan yang sederhana tapi mengena, dan masih kontektual dengan zaman sekarang. Dalam buku ini, beliau memberikan nasihat-nasihat dasar soal persiapan pernikahan, prosesi pernikahan hingga kiat-kiat menekan syahwat perut dan kemaluan. Sebuah buku yang sangat penting untuk siapa pun yang mau menikah maupun pasangan yang sudah menikah, guna mewujudkan keluarga yang samawa (sakinah, mawaddah wa rohmah).

Siapa penulis buku ini?

Hujjatul Islam al-Imam Abu Hamid al-Ghazali Muhammad bin Muhammad bin Muhammad ath-Thusi, yang memiliki nama panggilan Zainuddin. Ia lahir di kota Thus, Khurasan pada tahun 450 H. Pada masa kanak-kanak, al-Ghazali belajar ilmu fikih kepada al-Imam Ahmad ar-Radzkani di desa Thus. Kemudian ia pergi ke kota Jurjan untuk belajar kepada Imam Abu Nashr al-Isma’ili.

Al-Ghazali mengunjungi Kota Naisabur dan tinggal bersama Imam al-Haramain Abu al-Ma’ali al-Juwaini (419–478 H). Ia pun giat belajar hingga berhasil menguasai kitab al-Muhadzdzab asy-Syâfî’i, masalah-masalah khilafiah, seni berdebat, dua ilmu ushul (ushuluddin dan ushul fikih), serta logika. Ia juga mendalami ilmu kalam dan filsafat.

Al-Ghazali mendatangi kota Baghdad saat berusia 34 tahun. Ketika al-Ghazali mengajar di Madrasah Nizhamiyah, keulamaan al-Ghazali mencapai puncaknya. Majelisnya dihadiri oleh sekitar empat ratus ulama besar, pengikutnya banyak, mengungguli jumlah pengikut para pembesar dan penguasa pemerintahan. Ia menjadi Imam Irak setelah menjadi Imam Khurasan, seperti dikatakan oleh sejawatnya, Abdul Ghafir.

Pada fase ini, al-Ghazali melakukan pembaharuan dalam mazhab fikih. Ia menyusun berbagai karya, mendokumentasikan masalah-masalah khilafiah, dan mengarang kitab tentang ushul fikih.

Al-Ghazali tidak lama tinggal di Naisabur, dan tidak lama pula mengajar di Madrasah Nizhamiyah. Ia meninggalkan tempat itu dan kembali ke Thus. Di dekat rumahnya, ia membangun madrasah untuk para pencari ilmu yang menitikberatkan pada pengajaran tasawuf. Ia pun membagi waktu untuk beberapa kegiatan; menghafal al-Quran, belajar bersama para pendidik hati, mengajar para murid, serta melanggengkan shalat dan puasa. Hal itu dimaksudkan agar waktunya dan orang-orang yang ada di dekatnya tak pernah tanpa guna.

Akhir perjalanannya adalah ketika ia memusatkan perhatiannya untuk mempelajari hadis-hadis Nabi saw. Ia pun belajar kepada para ahli hadis dan mendalami Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Imam al-Ghazali wafat di Thus pada hari Senin tanggal 14 Jumadil Akhir tahun 505 H. Semoga Allah memberinya limpahan rahmat, anugerah, dan kedermawanan-Nya.

 

Nasihat Pernikahan

ULASAN PELANGGAN

Ulasan

Belum ada ulasan.

Hanya pelanggan yang sudah login dan telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.

Nasihat Pernikahan

Rp60.000

instock

instock

Stok 57

Masuk

--- Atau---

Daftar dengan E-mail