Masuk/Daftar

Share :
Jadikan Favorit
Jadikan Favorit

Al-Hikam

-20%
OFF
0 ulasan pelanggan
0 Terjual

Rp119.600

-20% OFF
Pengiriman
Gratis Ongkir DKI Jakarta & Depok
instock

Masih ada.. Beli sebelum habis.

Stok 114

Beli Sekarang!

100% Garansi

Dapatkan barang pesananmu atau uang kembali.
SUPER DEAL!
10% OFF
Pengguna Baru!
claim
Subsidi Ongkir 5000
ZAHRAONGKIR
Min.Blnja 100000
claim
Cash Back 2.5%
ZAHRACASHBACK25
Min.Blnja 50000
claim
Subsidi Ongkir 8000
ZAHRAONGKIR2
Min.Blnja 150000
claim
Cash Back 5%
ZAHRACASHBACK50
Min.Blnja 200000
claim
SPESIFIKASI PRODUK

Additional information

Berat760 gram
Dimensi24 × 15,5 × 2,5 cm
ISBN

9786237327233

Penulis

Penerbit

Halaman

532

Tahun

2019

Cover

Hard Cover

Kertas

Bookpaper

DESKRIPSI SINGKAT

Apa keunggulan buku ini?

  • Terlengkap yang pernah diterbitkan.
  • Terdiri atas dua buku dalam satu kemasan sesuai aslinya.
  • Diulas secara mendalam oleh seorang ulama al-Azhar, Mesir, yang tidak diragukan lagi kepakarannya (Syekh Abdullah asy-Syarqawi al-Khalwati).
  • Dilengkapi teks Arab bait-bait hikmah karya Ibnu Atha’illah berikut terjemahannya.
  • Dilengkapi surat-surat dan doa-doa Ibnu Atha’illah.
SINOPSIS BUKU

AL-HIKAM (HARD COVER) – “Hikmah-hikmah dalam kitab Al-Hikam ini laksana wahyu Ilahi. Seandainya dalam shalat dibolehkan untuk membaca selain ayat-ayat al-Quran, bait-bait dalam kitab ini sangat layak untuk itu.” —Maulana al-‘Arabi, Sufi

A. Mustafa Bisri mendudukkan kitab ini sebagai “mutiara-mutiara cemerlang untuk meningkatkan kesadaran spiritual.” KH. Said Aqiel Siradj menilainya sebagai kitab yang “sangat penting untuk para pecinta jalan spiritual.” KH. Hasyim Muzadi memilihnya sebagai nama pondok pesantren yang didirikannya di Malang ( Al-Hikam ).

Begitu juga dai kondang KH. Abdullah Gymnastiar (Aa’ Gym), menjadikan kitab Al-Hikam ini sebagai salah satu materi utama pengajiannya. Tak ketinggalan, penulis novel best seller Ketika Cinta Bertasbih, Habiburrahman el-Shirazy, mengutip nama kitab ini sebagai salah satu bagian penting dalam alur novelnya.

Dan masih banyak lagi kiai, ulama, ustadz, guru, mubaligh, dan bahkan motivator yang mengutip bait-bait hikmah Ibnu Atha’illah ini—seorang sufi legendaris asal Mesir yang hidup pada abad ke-13 M (w. 1309 M). Kami sendiri menyebut kitab klasik Al-Hikam ini sebagai “Kitab Babon (Induk) Spiritualisme Islam.”

Inilah mahkota sastra kaum sufi, sebuah kitab rujukan utama soal tasawuf di dunia Islam yang memang tidak ringan untuk dipahami, namun terlalu sayang jika tidak diselami. Meskipun kitab Al-Hikam ini banyak diterjemahkan dalam berbagai versi, tetap saja kitab ini selalu dicari-cari orang.

Ibarat hidup di alam yang gersang, buku ini seperti setetes air yang akan memuaskan dahaga spiritual manusia modern. Selamat membaca dan mengamalkan!

Siapa penulis buku ini?

Ibnu Atha’illah adalah seorang imam sufi besar abad ke-7 H, penceramah ulung, kiai tarekat, ahli hadis, dan ahli fikih Mazhab Maliki.

Ia lahir di Kota Iskandariah, Mesir pada 658 H/1250 M. Ia tumbuh dan besar di kota Iskandariah. Pada masa kecilnya, Ia dikenal sebagai seorang anak yang gemar belajar. Ia mempelajari tafsir, hadis, fikih, ushul fikih, ilmu kalam dan filsafat.

Di usia yang masih belia, ia telah menguasai beberapa disiplin ilmu, seperti ilmu nahwu, tafsir, ushul fikih, dan hadis. Bahkan, Ibnu Atha’illah masih sangat muda ketika ia terkenal sebagai salah seorang pakar fikih mazhab Maliki.

Pada masa dewasanya, Ibnu Atha’illah dikenal luas sebagai seorang alim yang menghiasi dirinya dengan berbagai disiplin ilmu yang telah dipelajarinya. Ia menumpahkan seluruh hatinya saat ia memberikan nasihat, wejangan, dan arahan sehingga setiap ucapannya sangat berpengaruh kuat hingga merasuk ke dalam jiwa. Hal ini sesuai dengan kesaksian para murid dan ulama yang hidup sezaman dengannya.

Akhirnya setelah mengalami berbagai macam fase kehidupan yang penuh dinamika intelektual dan spiritual, Ibnu Atha’illah pun dinobatkan oleh umat menjadi seorang guru ketiga Tarekat asy-Syadziliyah.

Pada tahun 709 H/1309 M, ketika ia tengah mengajar murid-muridnya, Ibnu Atha’illah pun dipanggil kembali ke hadirat Allah SWT pada usia 60 tahun. Semoga Allah swt. merahmatinya. Amin.

ULASAN PELANGGAN

Ulasan

Belum ada ulasan.

Hanya pelanggan yang sudah login dan telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.

Al-Hikam

Rp119.600

instock

instock

Stok 114

Masuk

--- Atau---

Daftar dengan E-mail